Login Komunitas

Informasi lebih lanjut

MAJELIS TALIM NURULLAH

Jl. Rawasari 18 No.2

Banjarmasin

Hubungi : 0511-7444447

Stats Act
DESIGN by

Tidak Boleh Bersahabat dengan Jin

bersahabat dengan jin padahal dengan melakukan persahabatan dengan mereka akan sangat membantu dalam mengatasi berbagai problem kehidupan bahwa akan memperkuat tenaga dalam yang telah ada pada diri kita. Terkadang ditanyakan, bukankah jin adalah makhluk Allah juga yang memiliki banyak persamaan dengan manusia, mengapa kita tidak saling tolong-menolong kepada mereka, padahal tolong-menolong itu merupakan sunah agama. Atau seperti pertanyaan , bukankah Nabi Sulaiman juga bersahabat dengan para jin ? bahkan merupakan suatu mukjizat Tuhan atas dirinya ? dll.
Di sini saya akan meringkaskannya, sbb :
Pertama
Bila ditinjau dari segi agama, secara mutlak dan jelas Allah SWT menegaskan dalam Al Qur’an, sbb :

Dan bahwasanya ada saja beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara Jin, maka Jin-jin itu justru hanya menambahi mereka dosa dan kesalahan.(QS.Al Jin:6)
Setelah secara jelas ayat Al Qur’an ini diterangkan bahwa ada larangan keras dalam agama dalam bersahabat dengan jin, terkadang masih saja dibuat-buat pertanyaan. “Bukankah ayat itu menjelaskan hanya pada larangan meminta perlindungan saja, bukan bersahabat ? tentu saja dapat dijawab bahwa persahabatan dengan jin secara otomatis akan meminta pertolongan atau perlindungan kepadanya. Jika seandainya ia mengatakan bahwa bersahabat hanya dalam arti berteman, tidak minta tolong sedikitpun kepadanya tetap saja terlarang, karena pada ayat itu juga jelas pada jin-jin akan membawa kita kepada lembah dosa dan kesalahan. Bersahabat berarti telah terjadi komunikasi dan komunikasi itu sendiri akan terjadi pengaruh-mempengaruhi bahkan justru karena komunikasi / pembicaraan itu pula jin-jin dapat menipu manusia.
Terkadang juga ditanyakan bahwa bagaimana jika persahabatan itu hanya sebatas ingin mengetahui informasi hal yang gaib-gaib saja, maka dapat dijawab, sbb :
Tetap saja tidak boleh karena dengan demikian berarti kita minta tolong kepadanya dan yang namanya meminta tolong / minta informasi pastilah ada harganya bagi jin-jin itu. Pastilah jin-jin itu akan minta pamrih sesuatu kepada orang tersebut. Di sinilah mulai terjadinya penipuan untuk menjatuhkannya ke dalam dosa dan kesalahan.
Menurut Allah dalam Al Qur’an, para jin tidak memiliki kemampuan untuk mengetahui perkara gaib, firman Allah tersebut, sbb :

Para jin itu berkata,”Sesungguhnya kami tidak mengetahui apakah dikehendaki kejahatan untuk orang-orang yang di bumi atau Tuhan menghendaki akan kebaikan bagi orang-orang itu.(QS.Al Jin:10)
Adalah menjadi jelas bahwa sekalipun sifatnya tolong-menolong kedua belah pihak, menurut dua ayat di atas tetap saja merupakan larangan secara mutlak.
Adapun menyangkut kisah Nabi Sulaiman as jelas merupakan mukjizat yang sifatnya langsung karunia Allah bukan rekayasa melewati persahabatan ( baca QS. As-Sabaa: 12-14). Bahkan harus pula diperhatikan bahwa Nabi Sulaiman as ketika itu sebagai seorang raja diantara manusia dan jin-jin. Jadi ia memerintah dikerajaannya yang terdiri dari bangsa manusia dan jin. Bukan justru minta pertolongan dari mereka, tetapi merekalah yang takluk dan tunduk atas perintahnya.
Bagaimana jika bersahabat dengan jin muslim saja ? bukankah Al Qur’an menjelaskan adanya jin muslim yang suka berbuat kebaikan ? maka jawabnya tetap saja tidak boleh karena ayat Al Qur’an tadi berbicara secara umum tanpa pengecualian. Di samping itu seharusnya juga dipahami bahwa jika jin itu muslim yang taat beragama maka pastilah ia tidak mau bersahabat dengan manusia karena ada larangan ayat Al Qur’an. Sebab pedoman mereka juga tidak lain adalah Al Qur’an. Benarlah seperti perkataan Syekh Ibnu Hajar Al Haitami mengatakan dalam kitab al fatawil hadisah h.104, sbb :

Sesungguhnya menghampirkan diri kepada ruh-ruh dan berkhidmat (melakukan persahabatan) dengan raja-raja jin adalah termasuk dalam bagian sihir.
Ke dua
Larangan agama tersebut ternyata juga sangat berkait dalam masalah ketauhidan yang mengajarkan kepada manusia agar selalu hanya minta pertolongan dan berkhidmat kepada Allah SWT. Susah maupun senang harus selalu diserahkannya kepada Allah. Di saat senang ia semestinya selalu memuji dan bersyukur atas karunia yang diberikan Tuhan pada dirinya. Sebaliknya di saat menerima kesusahan, tauhid mengajarkannya agar ia dapat bersabar dan selalu tetap istiqomah meminta pertolongan kepada Allah. Bukan justru meminta pertolongan dan penyelesaian masalah kepada para jin yang kerjanya hanya mampu menipu manusia.
Terlebih lagi persahabatan dengan jin ternyata mengharuskannya untuk menyediakan sesuatu yang dianggap menyenangkan jin. Misalnya memberikan suguhan sesajen, dupa / kemenyan di waktu-waktu tertentu. Keadaan ini jelas merupakan pengkhidmatan khusus kepada jin sahabatnya. Bahkan bila ia lupa melakukannya, maka jin itu biasanya akan mengingatkannya. Terkadang dengan cara merasuki dirinya atau keluarganya sehingga tidak sadarkan diri bahkan mengamuk / hilang ingatan.
Ke tiga
Berkait erat dengan masalah tenaga dalam, maka sebagaimana dipahami bahwa tenaga dalam bertumpu pada kemampuan keterampilan mengolah diri. Maka aspek yang dilahirkan daripadanya merupakan murni karya mandiri dengan titik kebergantungan kepada Allah. Maka jika seorang pengguna td bersahabat dengan jin tentu saja bertentangan dengan tabiat td yang dipelajarinya. Sebab bersahabat dengan jin akan merusak keyakinan yang telah ada, sedang td bertumpu pada keyakinan.
Apabila ia berkata akan sanggup memelihara keduanya, maka jelaslah td yang dimilikinya bukan lagi td murni sebagaimana lazimnya. Boleh jadi merupakan rangkaian tipu daya jin itu sendiri sebagaimana yang dinyatakan QS.Al Jin : 6. Pada kenyataannya, orang yang menjalin persahabatan dengan jin akan muncul sifat-sifat yang aneh, bukan hanya bertentangan dengan agama tetapi juga bertentangan dengan tabiat pengguna tenaga dalam, antara lain, sbb :
Sering kesurupan atau tidak sadarkan diri ketika dimasuki jin atau dipengaruhinya sekalipun tidak dikehendaki oleh orang yang menjalin persahabatan itu. Baik secara sengaja dilakukannya ataupun tidak secara sengaja. Ini jelas bertentangan dengan agama dan td yang selalu mengharuskan mawas diri dan selalu sadar diri.
Sering berfikir yang aneh dan tak masuk akal. Sebab ia akan lebih mementingkan petunjuk sahabatnya dari bangsa jin ketimbang memelihara kemampuan akal pikirannya. Tegasnya, cara berfikirnya akan berubah dari yang manusiawi kepada cara berfikir yang magic / mistik. Cara ini juga bertentangan dengan agama dan td yang selalu memprioritaskan akal sebagai alat senjata td itu sendiri. Di sini kesadaran akal dijadikan tumpuan kemampuan dari konsentrasi.
Dengan demikian jelaslah jawaban yang sesungguhnya bahwa persahabatan dengan jin tidak baik, berisiko kesesatan aqidah, bertentangan dengan agama maupun tenaga dalam. Sebenarnya banyak lagi risiko kemudaratan yang tidak dapat disampaikan. Mungkin akan lebih cocok jika dibahas secara tersendiri dalam sebuah buku tentangnya. وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا(6) وَأَنَّا لَا نَدْرِي أَشَرٌّ أُرِيدَ بِمَنْ فِي الْأَرْضِ أَمْ أَرَادَ بِهِمْ رَبُّهُمْ رَشَدًا(10) إِنَّ التَّقَرُّبَ إِلَىالرُّحَا نِيَّا تِ وَخِدْ مَةَ مُلُوْكِ الْجَا نَّ مِنَ السِّحْرِ

 

 

Statistik
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini23
mod_vvisit_counterKemarin127
mod_vvisit_counterMinggu ini1221
mod_vvisit_counterBulan ini1556

We have: 1 guests, 1 bots online
IP Anda: 38.107.179.242
 , 
Today: 09 Feb, 2012
Anggota yg online
None