
Kesaksian Pribadi Anggota 1
membayar administrasi yang harus saya keluarkan. Beberapa hari kemudian, saya kedatangan tamu lagi di kantor saya dan mereka mengaku dari dinas Lingkungan Hidup. Dan ternyata memang mereka yang sebenarnya petugas, sedang orang yang pertama ternyata hanya mengaku petugas. Akhirnya saya mengusut keberadaan orang tersebut dan ternyata tiga orang tersebut bekerja di sebuah kantor Pemerintah tepatnya di Kantor Kecamatan Banjar Selatan.
Ketika itu saya langsung menemui orang tersebut untuk meminta pertanggungjawabannya. Mereka saat itu sedang main catur. Ketika saya berbicara, salah satu dari mereka langsung berucap kata-kata kasar dan serta merta menggertak dengan mengeluarkan pisau dalam keadaan berdiri. Melihat keadaan demikin, saya serta merta menunjuk ke muka orang tersebut dan dengan penuh geram saya berkata,``duduk !`` dan anehnya, orang tersebut langsung terduduk, pisau di tangannya terlepas dan kedua tangannya bergetar. Sementara dua orang temannya lari melihat kejadian tersebut. Saya baru sadar jika banyak orang yang menyaksikan kejadian tersebut dan akhirnya saya pulang. Beberapa hari kemudian saya mencek keberadaan orang tersebut, ternyata dia masih sakit. Kata pegawai yang bekerja di sana bahwa orang tersebut menjadi sakit setelah kejadian kemaren.
Kejadian lain pernah juga terjadi (saya lupa tanggalnya, namun kira-kira dua bulan setelah saya mengisi TDI-N). Ketika saya pulang dari kantor sekitar jam 17.00 Wita, di perjalanan saya melihat orang yang sedang bertengkar mulut, dua orang lelaki dengan satu orang lelaki. Salah seorang memegang pisau. Orang banyak tidak ada berani mendamaikan mereka. Saya karena merasa dekat dengan tempat tinggal merasa berkewajiban melerai mereka. Ketika saya mendekati mereka, oleh salah satu pihak dari mereka justru menyangka saya membela lawannya, entah bagaimana, pisau di tangannya langsung ditusukkan ke tubuh saja dengan sangat cepat. Sayapun terkejut, namun, pertolongan Allah lebih cepat lagi, orang tersebut langsung jatuh kira-kira 6 meter terpental dari hadapan saya dan langsung jera. Temannya dari jauh rupanya merasa geram melihat kejadian tersebut, dengan emosi iapun langsung menggoreskan pisaunya pada tempat duduk kendaraan roda dua yang saya parkir, sekali lagi pertolongan Allah dengan cepat hadir, orang tersebut tubuhnya termundur beberapa langkah. Memang, sebelumnya kendaraan tersebut telah saya isi/beri titipan sebagaimana cara yang di ajarkan pada TDI Nurullah. Saya sadar betul, Allah itu akan selalu suka menolong jika kita berikhtiar untuk mencari dan mendapatkan pertolonganNYA.
Kejadian lain, tepatnya sekitar bulan Oktober 1999, saya bersama istri dan anak saya sedang makan di sebuah warung dekat rumah sakit Ulin Banjarmasin (Jl. A. Yani km. 2). Sekitar 10 meter dari tempat kami ada kios kecil yang di jaga oleh seorang nenek. Ketika itu ada dua orang datang ke tempat itu, salah seorang membeli rokok tapi matanya memandang ke kalung emas yang dikenakan nenek tersebut. Ketika ia ingin menjambretnya sayapun dari jarak 10 meter sedang makan sempat berucap,``tak sampai-tidak bisa mengambil``. Anehnya jambret itu beberapa kali mengayunkan tangannya tetapi selalu meleset sementara nenek pemilik kios hanya kagum, barulah beliau berteriak, maka jambret itupun kabur. Saat itu istri saya menertawakan campur heran melihat perkataan saya ternyata menjadi kenyataan. Saya yakin, ucapan itu rupanya di dengar Allah dan diizinkanNYA untuk mempraktekkan TDI Nurullah. Sekali lagi saya bersyukur atas nikmatNYA.
Kejadian lain yang mengesankan saya juga pernah terjadi (untuk sekian kali saya lupa tanggalnya), namun yang jelas waktu itu kira-kira jam 20.00 Wita, saya dijemput oleh ketua RT. 23 Malkon Temon (tempat tinggal saya) agar saya membantu mendamaikan perselisihan antar warga menyangkut perselisihan batas tanah. Kebetulan di saat saya datang, dua warga tersebut dengan disaksikan warga lain, saat itu mereka berdua sedang emosi perang mulut dan hendak saling pukul. Salah satu pihak justru mengeluarkan keris (pisau) dari balik pinggangnya. Melihat gelagat tidak baik tersebut saya langsung bersuara cukup keras dengan perintah ``duduk`` dan tanpa sadar orang tersebut dengan serta merta langsung terduduk hingga tak dapat bicara lagi. Sungguh saya merasa benar di mana dengan izin Allah saya berhasil mempraktekkan TDI-N dalam kenyataan.
Kejadian lainnya juga terjadi di kampung saya sendiri.Pada sore hari ada orang yang tak dikenal membongkar rumah tetangga dengan membawa pisau dan alat untuk membongkar rumah. Kebetulan penghuninya tidak berada di tempat. Orang-orang kampung pada datangan, namun ia mengancam untuk melukai siapa yang menghalangi kehendaknya. Kebetulan saya mendengar ribut, saya keluar rumah, sayapun mendatangi orang tersebut. Sayapun langsung mendekati orang tersebut dan seperti terjadi dengan yang lain, diapun memperingatkan agar jangan menghalangi niyatnya. Sayapun langsung membentaknya dengan ucapan keras agar ia membatalkan niyatnya. Anehnya dia terdiam seperti orang bingung. Ketika saya perintahkan untuk menunggu saya, sementara saya mengambil kendaraan roda dua saya untuk membawanya ke kantor Polisi, diapun menunggu dengan bodohnya, dan ketika saya perintahkan untuk duduk di belakang saya, diapun juga menurut sampai ke kantor Polisi. Sungguh luar biasa Perlindungan Allah. Siapa yang mencarinya pastilah akan memperoleh perlindungan Allah. TDI-N rupanya salah satu upaya untuk memperoleh perlindungan dan pertolongan Allah.
Kejadian yang saya kisahkan tadi adalah yang sebenarnya terjadi, tanpa mengada-ada. Seperti halnya ketika saya sedang berkunjung ke rumah teman saya di di komplek Polri belakang Mesjid Jami Sei. Jingah. Ketika saya datang ke rumah teman saya itu ternyata di sana ada seorang paranormal/dukun sedang mengobati pembatu rumah teman saya tersebut. Penyakitnya adalah seperti kurang ingatan kadang kesurupan hingga mengamuk sendiri. Namun sudah berkali-kali diobati tidak juga sembuh-sembuh. Ternyata pengobatan dukun/paranormal itu juga gagal untuk sekian kalinya. Sayapun oleh teman saya disuruh mendekat dan dimintainya untuk mengobati penyakitnya (kebetulan dia mengetahui jika saya anggota TDI-N). Ketika saya mengobatinya dengan duduk berhadapan dengan orang yang saya obati tersebut, tiba-tiba ia menyerang saya dengan pukulan sekuatnya. Namun, seperti dalam teori TDI-N, iapun terpental dengan muka merah dan lemas hingga tertidur pulas. Sayapun meneruskan upaya pengobatan tersebut. Alhamdulillah dengan izin Allah dan pertolonganNYA iapun sembuh dari sakitnya tidak pernah lagi kambuh sakitnya.
Selain pengobatan demikian, saya juga sering mempraktekkan pengobatan pada berbagai penyakit medis di saat saya lenggang waktu. Baik untuk keluarga maupun sesama teman. Dari penyakit sakit kepala, perut, pembengkakan leher, dll. Alhamdulillah saya cukup berhasil yang di sini tidak dapat saya ceritakan satu-persatu karena terlalu banyak. Saya juga telah merasakan getaran dan hawa td yang keluar di telapak tangan saya ketika saya sedang mengobatati penyakit.
Sesungguhnya saya menyimpulkan bahwa Pertolongan, perlindungan Allah itu meskipun bersifat rahasia, namun tetap dapat diupayakan. TDI-N menjadi berfungsi teori-teorinya karena izin Allah. Rupanya DIA menghargai latihan dan bacaan yang kita baca serta doa pengisian pada diri kita. Semoga kita selalu dalam perlindunganNYA dan mampu memelihara amanah-amanah Allah dalam syariatNYA.
















